Keterangan Gambar : Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (tengah) bersama Kapolri dan Kepala BGN. (Foto dikutip dari CNN Indonesia)
Sergai, IJN –
Salah satu warga masyarakat Desa Marjanji Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), secara resmi membuat surat laporan/pengaduan masyarakat (Dumas), yang disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Ir. Dadan Hindayana dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait dugaan pungutan liar (Pungli) dalam perekrutan pekerja/relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terletak di Dusun 5 Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara.
Surat laporan pengaduan masyarakat tersebut juga disampaikan langsung kepada Kapolda Sumatera Utara
Irjen Pol. Whisnu Hermawan F., S.I.K., M.H dan Kapolres Tebingtinggi AKBP Rina Frillya, S.I.K, juga Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi, Iptu Dr. Herikson Parulian Siahaan.

Diberitakan sebelumnya, dalam rekrutmen pekerja/relawan di SPPG Marjanji yang terletak di Dusun 5 Desa Marjanji Kecamatan Sipispis, ada permintaan uang diduga pungli, dibandrol dengan nominal Rp.4 juta perorang dari setiap masyarakat yang ingin bekerja menjadi relawan di SPPG Dusun 5 Desa Marjanji, dengan iming-iming agar bisa diterima bekerja di SPPG untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Prioritas Nasional dibawah naungan BGN tersebut.
Informasi yang dihimpun, dalam satu SPPG, dibutuhkan tenaga kerja sekitar 35 hingga 50 orang.
Dugaan tersebut jika dikalkulasikan, dengan perhitungan 40 orang yang ingin bekerja di SPPG diduga dipungli sebesar Rp 4 juta sesuai keterangan masyarakat, maka jumlah total keseluruhannya diduga ditaksir mencapai Rp 160 juta rupiah.
“Udah bayar 4 juta untuk masuk kerja,” ungkap ibu rumah tangga yang meminta identitasnya dirahasiakan, sambil menunjukkan bukti screenshot percakapan dan pengiriman uang kepada oknum inisial “M” melalui transfer.
Media Siber irlanjayanews.com juga telah melakukan upaya konfirmasi melalui pesan WA berulangkali dengan waktu dan hari yang berbeda kepada oknum berinisial “M” yang disebutkan masyarakat sebagai perekrut pekerja untuk SPPG Dusun 5 Desa Marjanji, tapi hingga saat ini oknum inisial “M” tidak menjawab.
Dikonfirmasi ulang pada Selasa 19 Mei 2026 sekitar Pukul 08.30 WIB pagi tadi terlihat pesan yang masuk tetap tertunda ceklis satu hingga saat ini, dan gambar profil WA juga tidak terlihat lagi, diduga M takut dikonfirmasi oleh media dan memblokir nomor WA wartawan yang melakukan konfirmasi.
Terkait adanya keluhan dan keresahan dari masyarakat tersebut, Camat Sipispis Herbin Damanik menegaskan bahwa untuk bekerja di dapur SPPG masyarakat tidak dipungut biaya.
“Sampai saat ini perekrutan pekerjaan itu adalah gratis,” jelas Camat Sipispis saat dikonfirmasi irlanjayanews.com.
Media Siber irlanjayanews.com juga melakukan konfirmasi kepada Nurhasanah selaku Koordinator Wilayah Makan Bergizi Gratis (Korwil MBG) Kabupaten Sergai, Nurhasanah menjelaskan bahwa hal tersebut adalah tanggungjawab yayasan atau mitra dapur SPPG Dusun 5 Desa Marjanji yakni YAYASAN ARZY SMART dengan nama yang terdata Risky Surya Nanda Putra.
“Terkait perekrutan relawan jelas secara juknis 401.1 BGN adalah tanggungjawab PIC (penanggungjawab) yayasan ataupun mitra dapur. sesuai data portal mitra dapur di dusun 5 adalah SPPG Marjanji dengan Yayasan Arzy Smart dengan nama PIC yg terdata Risky Surya Nanda Putra,” balas Nurhasanah.
Menanggapi laporan masyarakat tersebut, melalui pesan tertulis (email), BGN secara resmi menyampaikan bahwa :
BGN tidak memungut biaya dalam bentuk apapun pada proses rekrutmen tenaga kerja SPPG.
Setiap indikasi penyimpangan, termasuk dugaan pungli oleh oknum yang mengatasnamakan BGN atau mitra, akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Dan saat ini, proses dugaan Pungli tersebut sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Tebingtinggi, Kepolisian Daerah Sumatera Utara. (Red).

