Oplus_0
Keterangan Foto : Gambar Ilustrasi Dugaan Pungli. Sergai, IJN –
Diduga karena takut terkena jeratan hukum, terduga oknum pelaku dugaan pungutan liar (Pungli) dalam perekrutan relawan/pekerja dapur SPPG Marjanji berinisial “M” dengan cara tiba-tiba dan diam-diam tanpa diminta telah mengembalikan uang sebesar Rp 4 juta kepada salah seorang calon relawan yang ingin bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marjanji yang terletak di Dusun 5 Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara.
Padahal sebelumnya, mereka para calon relawan SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dimintai uang diduga pungli, dengan cara dibandrol sebesar Rp 4 juta rupiah, dengan iming-iming agar mereka para calon pekerja dapat diproses dan dijanjikan akan diterima bekerja di SPPG Desa Marjanji setelah menyetorkan uang tersebut.
Sebaliknya, jika uang yang disetor tidak genap berjumlah Rp 4 juta seperti yang telah ditetapkan, maka calon pekerja SPPG diancam tidak akan diterima dan dikeluarkan dari daftar calon pekerja SPPG Desa Marjanji.
Tapi anehnya, ada kejanggalan yang diduga dilakukan oknum berinisial M dalam melakukan pengembalian uang dugaan pungli tersebut.
Karena hanya orang tertentu calon pekerja SPPG saja yang uangnya telah dikembalikan secara tiba-tiba dan tanpa diminta.
“Dah dipulangkan, aku pun gak tau tiba-tiba dah ditransfer,” ungkap masyarakat yang tidak ingin namanya ditulis.
“Katanya MBG masi belum tau entah kapan mulai beroperasi, makanya dipulangkan uangnya, gitu katanya,” ungkapnya lagi.
Sedangkan calon pekerja SPPG lainnya, uang mereka hingga saat ini tidak dikembalikan.
Walaupun mereka mengaku telah mencoba meminta langsung uang mereka kepada oknum berinisial M dan memohon agar uang mereka bisa dikembalikan, tapi M belum juga mengembalikannya.
“Belum ada dipulangkan uang kami, udah ku minta tapi gak dikasi, padahal hutang sana sini aku uang itu loh, maksudnya aku minta pulangkan biar bayar hutang, karena aku hutang uang biar bisa anak ku kerja, tapi sampai sekarang belum kerja,” ungkap ibu rumah tangga lainnya yang mengaku bahwa uang mereka tidak dikembalikan walaupun telah dicoba diminta.
Diduga M mengembalikan uang seorang calon pekerja SPPG dikarenakan penyetorannya melalui transfer dan meninggalkan jejak bukti transaksi.
Diduga inisial M tidak mengembalikan uang calon pekerja SPPG lainnya karena pemberian uang tersebut diberikan langsung secara tunai dan tidak melalui transfer, sehingga tidak memiliki bukti saat penyerahan uang tersebut.
Diduga oknum berinisial M sengaja menggunakan modus pilih-pilih untuk mengembalikan uang dugaan pungli tersebut kepada korbannya, supaya seolah-olah dugaan pungli tersebut batal terjadi, dan diduga agar dugaan pungli yang dilakukannya dapat tertutupi dari sorotan atau pandangan masyarakat.
Parahnya nya lagi, diduga inisial M menyuruh seluruh para calon pekerja SPPG yang berdomisili di Desa Marjanji untuk menandatangani surat pernyataan diatas materai yang diduga kuat isi suratnya sengaja sudah dikonsep dan dipersiapkan, diduga untuk cuci tangan dan membersihkan diri dari dugaan pungli tersebut.
“Kami takut loh, kami disuruh tanda tangan surat pernyataan diatas materai, kami takut sebenarnya, tapi kami butuh pekerjaan,” ujar ibu rumah tangga warga Desa Marjanji yang meminta namanya tidak disebutkan.
Para calon pekerja SPPG yang berdomisili di Desa Marjanji juga disuruh berfoto dengan memegang beberapa lembar uang kertas pecahan lembaran Rp 50 ribu, tanpa diperbolehkan membaca dan bertanya untuk apa kegunaan mereka difoto dengan memegang uang tersebut.
Diduga calon pekerja SPPG sengaja difoto dengan memegang uang agar ada laporan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) bahwa para calon pekerja SPPG telah dikembalikan uangnya, dan diduga disuruh untuk menanda tangani surat pernyataan tidak keberatan yang diduga sengaja sudah dikonsep.
“Kemarin disuruh foto pegang uang, di ruang MBG (Dapur SPPG), entah apa maksudnya, enggak tau itu foto buat apa karena nggak boleh dibaca,” ungkap salah satu calon pekerja SPPG menyampaikan.
Faktanya, uang calon pekerja SPPG yang diduga dipungli hingga saat ini belum dikembalikan dan calon pekerja SPPG mengaku merasa keberatan dengan adanya pembayaran untuk masuk bekerja menjadi relawan di dapur SPPG Desa Marjanji tersebut.
“Belum ada dipulangkan uang kami, kami berharap uang kami dikembalikan, kami butuh pekerjaan, seharusnya janganlah disuruh bayar, karena kami gak punya uang, itu aja hutang kesana kemari kami loh, belum kami bayar pun,” tutupnya dengan nada sedih.
Terkait adanya keluhan dan keresahan masyarakat Desa Marjanji tersebut, Irlanjayanewscom melakukan konfirmasi kepada Nurhasanah selaku Korwil MBG Sergai, untuk mempertanyakan hal tersebut melalui pesan Whatsapp (WA) pada hari ini, Kamis (21/5/26) tapi Nurhasanah belum memberikan informasi dan tanggapannya.
Konfirmasi juga dilakukan irlanjayanews.com kepada Kapolsek Sipispis IPTU Herman Sinaga dan Camat Sipispis Herbin Damanik selaku Muspika Kecamatan Sipispis terkait adanya keresahan dan keluhan dari masyarakat tersebut.
“Kan sudah dilaporkan dan sedang dalam proses di reskrim, kalau ada perkembangan seperti ini sampaikan saja lagi ke penyidik,” balas Kapolsek Sipispis IPTU Herman Sinaga.
“Nanti ya, saya sedang rapat,” balas Camat Sipispis belum memberikan tanggapannya secara resmi.
Media Siber juga melakukan konfirmasi kepada Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Rina Frillya dan Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi, Iptu Dr. Herikson Siahaan terkait adanya keluhan dan keresahan masyarakat tersebut.
Melalui Kasi Humas, Iptu Mulyono, Polres Tebingtinggi menghimbau kepada masyarakat Desa Marjanji agar tidak takut untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan terkait keluhan yang dialami masyarakat.
Untuk kepentingan pemberitaan agar berimbang, irlanjayanewscom juga melakukan konfirmasi kepada oknum berinisial M secara berulangkali dengan waktu yang berbeda-beda, tapi oknum berinisial M tidak membalas.
Dikonfirmasi ulang, Kamis 21 Mei 2026 beberapa kali, tapi pesan yang dikirim terlihat tetap ceklis satu, diduga M takut dikonfirmasi oleh media dan memblokir nomor WA wartawan yang melakukan konfirmasi.(Red).

