SERGAI, IJN –
Komitmen pemberantasan narkotika di Kabupaten Serdang Bedagai kembali menjadi sorotan. Ketua FKI 1 Sergai, M. Nur Bawean, menilai upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan aparat penegak hukum perlu lebih difokuskan pada pengungkapan jaringan dan bandar narkotika, bukan hanya pengguna atau pelaku tingkat bawah.
Menurutnya, masyarakat menginginkan langkah pemberantasan yang lebih menyentuh akar permasalahan peredaran narkoba, sehingga efek jera dan dampak pencegahan dapat dirasakan secara nyata.
“Kami mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba. Namun masyarakat juga berharap penindakan tidak hanya menyasar pengguna atau pelaku kelas bawah, tetapi mampu mengungkap jaringan yang lebih besar hingga ke tingkat bandar,” ujar M. Nur Bawean, kepada wartawan Senin (15/6) di Sei Rampah.
Ia menilai keberhasilan perang terhadap narkoba tidak hanya diukur dari jumlah pengguna yang diamankan, melainkan juga dari kemampuan aparat dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika yang selama ini meresahkan masyarakat.
Lebih lanjut, Bawean mempertanyakan masih adanya dugaan aktivitas peredaran narkoba di sejumlah wilayah meski berbagai operasi penindakan telah dilakukan. Karena itu, ia meminta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Serdang Bedagai bersama aparat terkait meningkatkan sinergi dan pengawasan dalam membongkar jaringan peredaran narkotika hingga ke level pemasok dan bandar.
Selain itu, ia juga mendorong Kepala BNNK Serdang Bedagai untuk melakukan pengawasan internal terhadap seluruh personel guna memastikan tidak ada penyimpangan yang dapat mencederai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Kami berharap apabila ditemukan oknum yang terbukti melakukan pelanggaran atau penyalahgunaan kewenangan, dapat ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Pemberantasan narkoba harus dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Masyarakat, lanjutnya, mendukung penuh langkah aparat dalam memerangi narkotika. Namun upaya tersebut harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, rehabilitasi, hingga penindakan terhadap jaringan peredaran gelap narkoba yang menjadi sumber utama permasalahan.
“Dengan sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih efektif demi mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkotika” tutup M Nur Bawean. (Red).

