IS (kanan) didampingi keluarganya mengadukan dugaan perselingkuhan oknum guru SMA N1 Tebingtinggi berinisial FHS dengan suaminya. (Foto/Freedom).
Tebing Tinggi, IJN –
Oknum guru perempuan yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SMA Negeri 1 Kota Tebingtinggi, berinisial FHS (46), yang sebelumnya menjadi sorotan setelah beredar pengakuan terkait foto syur bersama seorang pria yang bukan suaminya, kini kembali dilaporkan ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Sumatera Utara atas dugaan perselingkuhan, Rabu (26/8/2026).
FHS dilaporkan oleh seorang ibu rumah tangga berinisial IS, warga Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, atas dugaan perselingkuhan dengan suaminya berinisial BF (56).
IS mengaku saat ini dirinya tengah menjalani proses persidangan perceraian di Pengadilan Agama Kota Tebingtinggi setelah sebelumnya ditalak oleh suaminya.
Menurut IS, perceraian tersebut diduga tidak terlepas dari adanya hubungan khusus antara BF dan FHS. Dugaan itu, kata dia, diperkuat dengan adanya foto mesra keduanya.
Meski begitu, IS memastikan bahwa pria yang berada dalam foto syur yang sebelumnya beredar bukanlah mantan suaminya. Ia menduga kuat pria tersebut merupakan sosok lain.
“Kami memiliki foto mesra keduanya sedang berada di sebuah tempat. Dokumentasi tersebut tidak sama dengan foto yang sedang viral,” ujar IS, Kamis (27/8/2026).
IS mengungkapkan, perubahan sikap BF mulai dirasakannya sekitar tiga bulan sebelum perceraian.
“Salah satu perubahan yang saya rasakan, biasanya saat libur kerja dia selalu bersama keluarga. Namun, saat Sumatera Blackout, saya, anak, dan cucu mengungsi di salah satu hotel. Yang bersangkutan justru menolak untuk bergabung,” katanya.
IS kemudian mulai mencurigai adanya hubungan khusus antara BF dan FHS yang diketahui merupakan tetangga mereka.
Atas dugaan tersebut, IS memilih mengadukan persoalan itu kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Sumatera Utara agar dapat ditindaklanjuti secara objektif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
IS berharap pengaduannya mendapat perhatian serius, khususnya apabila nantinya ditemukan adanya dugaan pelanggaran disiplin maupun kode etik sebagai aparatur sipil negara dan tenaga pendidik.
“Ini saya laporkan agar semuanya bisa diperiksa dan menjadi terang. Saya hanya ingin mendapatkan kejelasan atas apa yang sebenarnya terjadi,” ungkapnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, FHS belum dapat dikonfirmasi terkait laporan dan dugaan tersebut. (Red)

