Sergai, IJN –
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibentuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pusat layanan produksi, distribusi, dan edukasi makanan bergizi gratis (MBG).
SPPG mengelola Program MBG, berfungsi sebagai dapur utama yang menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi seimbang ke sekolah atau kelompok sasaran.
Program MBG adalah inisiatif prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan gizi anak sekolah (PAUD-SMA), balita, serta ibu hamil/menyusui.
Program MBG memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesehatan anak dan ibu hamil, menekan angka stunting, serta meningkatkan konsentrasi belajar siswa.
Selain itu, program ini menggerakkan ekonomi lokal, memastikan pemenuhan gizi seimbang, dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat khususnya warga sekitar (lokal).
Begitu banyak manfaat positif buat masyarakat atas adanya program pemerintah tersebut.
Tapi disisi lain, diduga karena adanya ulah-ulah oknum yang tidak bertanggungjawab, seperti adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang dibandrol Rp 4 juta perorang dalam perekrutan pekerja/relawan untuk bekerja di dapur SPPG yang terletak di Dusun 5 Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), sehingga program pemerintah pusat yang sudah sangat baik tersebut menjadi dinilai menyulitkan dan menekan masyarakat setempat dalam mendapatkan lapangan pekerjaan.
“Bayar 5 juta bang, uang nya udah kami kasi kontan bang, sebenarnya gak ada uang kami, tapi demi anak terpaksa hutang sana sini kami bang, biar anak kami bisa kerja,” ungkap ibu rumah tangga yang kerjanya serabutan ini dengan wajah sedih didampingi suaminya.
“Kami udah bayar 4 juta untuk masuk kerja,” ungkap ibu rumah tangga lainnya yang meminta identitas mereka dirahasiakan, sambil menunjukkan bukti screenshot percakapan dan pengiriman uang kepada oknum inisial “M” melalui transfer.
“Katanya progam pemerintah untuk membantu masyarakat, ngasi lapangan pekerjaan, tapi mau kerja kok malah disuruh bayar, udahlah hidup kami sulit, malah tambah sulit,” ungkap masyarakat yang enggan namanya ditulis.
Warga Desa Marjanji meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengawal dan menindaklanjuti keluhan masyarakat, agar progam pemerintah dapat terwujud untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi dengan cara menekan atau “memeras” masyarakat.
“Kami sebagai masyarakat meminta kepada Polres Tebingtinggi untuk dapat menindaklanjuti dan membantu kami masyarakat, agar masyarakat setempat mendapatkan lapangan pekerjaan dari program pemerintah tanpa dipungut biaya,” ucap Situmorang warga Desa Marjanji.
Terkait adanya keluhan dan keresahan dari masyarakat tersebut, Camat Sipispis Herbin Damanik menegaskan bahwa untuk bekerja di dapur SPPG masyarakat tidak dipungut biaya.
“Sampai saat ini perekrutan pekerjaan itu adalah gratis,” jelas Camat Sipispis.
Media Siber irlanjayanews.com juga telah melakukan upaya konfirmasi terkait hal itu kepada Nurhasanah selaku Koordinator Wilayah Makan Bergizi Gratis (Korwil MBG) Kabupaten Sergai melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp (WA) beberapa kali dengan waktu dan hari yang berbeda-beda, tapi Nurhasanah tidak menjawab.
Media Siber irlanjayanews.com juga telah melakukan konfirmasi berulangkali kepada oknum berinisial “M” melalui pesan WA, tapi “M” tidak menjawab.
Upaya konfirmasi untuk kepentingan pemberitaan terus dilakukan kepada Nurhasanah selaku Korwil MBG Sergai dan oknum berinisial “M” pada Senin 11 Mei 2026 sekitar pukul 10.10 WIB, tapi seolah kompak, Nurhasanah dan oknum berinisial”M”, mereka semuanya sama-sama bungkam tidak menjawab, diduga takut dikonfirmasi oleh media.
(Hingga berita ini ditulis, Korwil MBG Sergai, Nurhasanah dan oknum berinisial “M” belum memberikan klarifikasi). (Red).

