Pematang Siantar, IJN –
Viral media dihebohkan dengan adanya aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan masyarakat Kota Pematang Siantar terhadap kinerja Walikota Pematang Siantar, serta tuduhan yang sangat serius akan adanya dugaan korupsi di Pematang Siantar, aksi tersebut mendapat kecaman dari salah satu Pengurus Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah Sumatera Utara. Selasa 9/6/2026
Ahmad Nurdin, S.H. Selaku Pengurus Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) Sumatera Utara yang juga putra kelahiran Kota Pematangsiantar mengatakan kepada media bahwa aksi tersebut terkesan banyak dugaan dan minim dampak, serta sarat akan muatan politis.
Ia menambahkan bahwa situasi kota Pematangsiantar yang damai jangan sampai terusik oleh segelintir oknum yang membawa muatan politik sehingga merusak kondusifitas yang diciptakan oleh walikota.
Selain itu bahwa Bapak Wesly Silalahi selaku Walikota Pematangsiantar sudah bekerja dengan baik dalam memimpin kota Siantar, terbukti dengan realisasi program, serta naiknya tingkat toleransi dan keguyuban masyarakat, disamping itu berbagai penghargaan juga didapat oleh Kota Pematangsiantar selama di masa kepemimpinan bapak walikota Wesly Silalahi.
Ahmad Nurdin, S.H. menilai bahwa dalam iklim demokrasi sah-sah saja jika ingin melakukan aksi unjuk rasa namun perlu digaris bawahi, jangan sampai aksi tersebut memiliki muatan politik serta sarat akan kepentingan segelintir oknum yang tidak suka dengan bapak walikota, apalagi dalam video yang beredar saya melihat bahwa tidak ada orang Pematangsiantar bahkan pimpinan aksi sekalipun bukan orang Pematangsiantar.
Justru terindikasi sebagai sekretaris organisasi bahagian Al Washliyah di tingkat pusat
Kita melihat orkestrasi demonstrasi tersebut sangat meresahkan kota Pematangsiantar, sebagai pemuda jangan sampai kita menggadaikan idealisme yang ada didalam pikiran kita, hanya untuk memuaskan nafsu segelintir orang yang merasa kepentingannya terganggu selama dimasa walikota saat ini.
Ahmad Nurdin, S.H. menduga bahwa aksi ini ditunggangi oleh elite partai politik yang hari ini kepentingan politiknya terganggu di kota Siantar.
Sebagai warga Siantar menjaga agar tetap menjalankan program serta memberikan kritik dan saran dalam mendukung walikota-wakil walikota ujarnya (Tim/red)

