Oplus_0
Sergai, IJN –
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tebingtinggi akan melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan pungutan liar (Pungli) dalam perekrutan pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terletak di Dusun 5 Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Saat dikonfirmasi Media Siber irlanjayanews.com, Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi, Iptu Herikson Siahaan mengatakan akan segera melakukan penyelidikan terkait dugaan pungli tersebut.
“Terimakasih atas infonya Bang, akan kami lakukan Lidik,” balas Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi, Iptu Herikson Siahaan.
Diberitakan sebelumnya, dalam rekrutmen pekerja di SPPG MBG yang terletak di Dusun 5 Desa Marjanji Kecamatan Sipispis, ada permintaan uang diduga pungli, dibandrol dengan nominal Rp.4 juta sampai Rp.5 juta perorang dari setiap masyarakat yang ingin bekerja, dengan iming-iming agar bisa diterima bekerja di SPPG MBG Program Pemerintah tersebut.
Informasi yang dihimpun, dalam satu SPPG untuk program MBG, dibutuhkan tenaga kerja sekitar 35 hingga 50 orang.
Dugaan tersebut jika dikalkulasikan, dengan perhitungan 40 orang yang ingin bekerja di SPPG diduga dipungli sebesar Rp 4 juta hingga Rp 5 juta, maka jumlah total keseluruhannya diduga ditaksir mencapai Rp 160 juta rupiah, dan bahkan diduga lebih dari itu.
“Bayar 5 juta Bang, uang nya udah kami kasi kontan Bang, sebenarnya gak ada uang kami, tapi demi anak terpaksa hutang sana sini kami Bang, biar anak kami bisa kerja,” ungkap Ibu rumah tangga yang kerjanya serabutan ini dengan wajah sedih didampingi suaminya.
“Kami udah bayar 4 juta untuk masuk kerja,” ungkap sumber ibu rumah tangga lainnya yang meminta identitasnya juga dirahasiakan sambil menunjukkan bukti screenshot percakapan dan pengiriman uang melalui transfer kepada seseorang yang disebut dapat mengurus agar masyarakat yang “setor uang” dapat bekerja di SPPG.
Masyarakat menyebutkan, oknum berinisial “M” diduga sebagai orang yang mengurus terkait perekrutan pekerja SPPG dan yang meminta uang kepada calon pekerja dengan mematok harga sebesar Rp.4 juta sampai Rp.5 juta.
Terkait adanya keluhan dan keresahan dari masyarakat tersebut Camat Sipispis menegaskan, bahwa untuk bekerja di SPPG program MBG masyarakat tidak dipungut biaya atau gratis.
“Sampai saat ini perekrutan pekerjaan itu adalah gratis dan disesuaikan dengan kemampuan serta keahlian masing-masing dari pekerja,” jelas Camat Sipispis, Herbin Damanik.
Media Siber irlanjayanews.com juga telah melakukan upaya konfirmasi kepada Nurhasanah selaku Koordinator Wilayah Makan Bergizi Gratis (Korwil MBG) Kabupaten Sergai melalui telepon dan pesan WhatsApp (WA) dinomor 0895 xxxx 7848, beberapa kali dengan waktu dan hari yang berbeda-beda, tapi Nurhasanah tidak menjawab.
Dicoba konfirmasi kembali terkait dugaan pungli dan siapa nama pemilik Yayasan dan Mitra Yayasan yang menjadi mitra dengan BGN untuk SPPG di Dusun 5 Desa Marjanji, tapi Nurhasanah tidak menjawab.
Dicoba konfirmasi ulang dengan mempertanyakan apa stastus jabatan oknum berinisial “M” yang disebutkan masyarakat pada program pemerintah di dapur SPPG untuk MBG yang diduga meminta uang dalam perekrutan pekerja SPPG tersebut, tapi Nurhasanah, Korwil MBG Sergai juga masih bungkam, diduga Nurhasanah takut dikonfirmasi media.
Untuk kepentingan pemberitaan, Media Siber irlanjayanews.com terus melakukan konfirmasi kepada Nurhasanah, pada Senin 4 Mei 2026 sekitar Pukul 09.45 WIB, tapi Nurhasanah tetap bungkam.
Media Siber irlanjayanews.com juga telah melakukan konfirmasi kepada oknum berinisial “M” melalui pesan WhatsApp (WA) soal adanya permintaan uang yang dibandrol Rp.4 juta sampai Rp.5 juta kepada masyarakat yang ingin bekerja, sesuai keterangan yang diberikan masyarakat kepada Media Siber irlanjayanewscom, tetapi “M” tidak menjawab.
Dikonfirmasi ulang pada Senin 4 Mei 2026, sekitar Pukul 09.50 WIB, oknum berinisial “M” juga belum menjawab.

Informasi terkait pemberitaan dugaan pungli tersebut juga viral di media sosial facebook, salah satu akun media sosial facebook Nurkaidah Purba menanggapi dan berkomentar agar oknum yang meminta uang dalam perekrutan pekerja di SPPG dapat ditunjukkan (diberitahukan).
“tunjuk kan aja oknumnya ketua,” komen akun facebook Nurkaidah Purba sambil memberikan stiker tertawa, tapi sayangnya komentar tersebut sudah tidak kelihatan lagi.
Dugaan pungli itupun telah disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) melalui kanal resmi untuk informasi dan aduan masyarakat.
Sehubungan dengan laporan tersebut, BGN secara resmi menyampaikan bahwa :
BGN tidak memungut biaya dalam bentuk apapun pada proses rekrutmen tenaga kerja SPPG.
Setiap indikasi penyimpangan, termasuk dugaan pungli oleh oknum yang mengatasnamakan BGN atau mitra, akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai informasi, BGN juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan BGNl.
(Hingga berita ini ditulis, Korwil MBG Sergai, Nurhasanah dan oknum berinisial “M” belum memberikan klarifikasi dan keterangan resmi). (Red).

